Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Gugur Daun, Provita Karet Turun

×

Gugur Daun, Provita Karet Turun

Sebarkan artikel ini

OKU | lensaperistiwa.id •  Keluhan penyakit gugur daun untuk tanaman karet, menjadi momok menakutkan bagi petani karet. Pasalnya, penyakit tanaman tersebut, berujung pada menurunnya provita getah karet, yang cukup signifikan.

Yani purwono, salah seorang warga desa battu winangun kecamatan Lubuk raja mengatakan, turunnya pendapatan getah karet ini, mencapai angka 30 persen lebih, dari pendapatan normal.

“Anjlok kalo sekarang, biasanya untum angkatan 2 mingguan itu, perheltarnya bisa 150-200kg, sekarang paling banter cuma 120kg,” tuturnya.

Menurut dia, penurunan hasil sadapat ini, membuat masyarakat resah. Karna memng, pendapatan utama masyarakat setempat, hanya dari menyadap karet.

Sementara slamet Riadi, warga lainnya pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi penyakit gugur daun ini, telah terjadi dalam 3 tahun terakhir.

“Tapi di 2 tahun ini, gugur daun itu bisa sampai 4 kali setahun,” katanya.

Yang juga membuat masyarakat setempat resah, kondisi gugur daun ini, barubdapat normal kembali dalam 3 bulan, setelah semua daun karet gugur, dan memunculkan daun baru.

Baca Juga : Persiapan 3 bulan, 48 Peserta Ikut Ramunda 2023

“Dari gugur daun sampai daun normal lagi, itu getah karetnya sangat sedikit,” tambahnya.

Masyarakat setempat mengharapkan Organisasi perangkat daerah (OPD) dapat turun dan memberikan solusi untuk masalah penyakit tanan ini.

Sebagai informasi, desa battu winnagun tran Batumarta Unit 1 ini, setidaknya berjumlah 1300an Kepala Keluarga.

Rata-rata, masing masing kapita memiliki 1-2hektar kebun karet, yang menjadi sumber penghidupan.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan OKU Husmin SP MM saat dijumpai di ruang kerjanya menyatakan, penyakit gugur daun pada tamanan karet, disebabkan oleh sejumlah Faktor. Mulai kelembaban nisbi udara, dan curah hujan yang tinggi, dengan kondisi tanaman yang lemah, kekurangan nutrisi, sistem ekploitasi yang berat dan pengendalian penyakit sebelumnya yang tidak tuntas yang menyebabkan penyakit ini semakin parah.

“Salah satu cara penanganannya ya di sempot atau disiram pada daun, tapi ini butuh sarana, dan harus dilalukan dalma skala besar, karna kalau 1 area masih ada yang belum melalukan lengendalian, ada kekhawatiran terjadi perpindahan jamur dari areal yang belum ditangani tadi,” terangnya.

Dirinya juga menyarakan, gugur daun ini disebabkan oleh jamur.

“Kalau sudah ratusan hektar, artinya penyemprotan dari udara, tapi kan sulit, karena sarananya yang membuat sulit,” tambahnya.

Comment

skk migas
Ekonomi

Jakarta, Lensaperistiwa.id – Direktur Utama PT Sumatera Persada…

Berita

jakarta, Lensaperistiwa.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati…

kondom
Berita

lensaperistiwa.id – jelang pergantian tahun 2024 ke tahun…