“Walaupun Kota Jogja adalah kota kecil, namun besar tantangannya. Dan itu menjadi tanggung jawab kita semua. Menjadi walikota bukanlah sekedar jabatan, kewenangan dan kekuasaan. Membuat Kota Jogja menjadi lebih baik itu yang utama,” tegas Heroe.
Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan mendapatkan nomor 2. Hasto yang menjadi kepala BKKBN Pusat, sangat senang dan merasa sesuai dengan program KB 2 anak cukup. Dia bersama Wawan Harmawan akan mengusung isu kesehatan menjadi yang paling utama. Keduanya juga akan fokus membangun sumber daya manusia.
“16 persen adalah lansia. Perhatian kita terhadap lansia dan generasi muda penting. Merepresentasi PDIP karena hanya partai satu-satunya, insya Allah berkoalisi dengan warga masyarakat Kota Jogja,” katanya.
Paslon Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo mendapatkan nomor urut 3. Afnan Hadikusumo mengatakan dia bersama Singgih Raharjo telah memantapkan diri sebagai pelayan warga Kota Jogja. Lewat jargon PASTI PAS dia ingin membawa Kota Jogja yang anak mudanya kreatif, berbudaya, dan menciptakan warga Kota Jogja yang sejahtera lahir dan batin.
Pada kesempatan ini dia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan gelaran Pilkada yang berintegritas.
“Ciptakanlah Pilkada damai, aman yang berintegritas. Beda pilihan adalah dinamika dalam politik itu biasa, yang penting kebersamaan, Kota Jogja tidak bisa sendiri. Menang biasa dalam sebuah kompetisi, tapi bagaimana membangun Kota Jogja bersama-sama,” ungkapnya. (one)